Translate

Rabu, 06 Mei 2015

Semua Akan Kembali Kepada ALLAH Sang Pemilik Jiwa. . .

Featured image

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. . .

Telah meninggal dunia ….
akan dishalati di ….
Akan dimakamkan di …
Setelah shalat …


“Kelak, namamu dan namaku akan mengisi … di atas. Cepat atau lambat.”

Maka perbaiki amal!! Isi sisa-sisa umur dengan sebaik-baiknya.

Kematian tidak menanti ke-istiqomahan dirimu. Istiqomahlah! Dan tunggulah kematian. Pergaulilah manusia dgn akhlak yg mulia.

Drama 90 menit …
Sinetron 60 menit …
Film 130 menit …
Shalat 5 menit!!

Jahannam sepanjang masa,,
Surga sepanjang masa,,

Hendaklah akal-akal kita berfungsi!!

Teman di FB 600 + orang,,
Teman di Twitter 100 + orang,,
Tetangga di kompleks 100 + orang,,

Namun,,,
Ketika kita susah, (1),,
Yang menanti jenazah kita (keluarga),,
Di kubur (sendiri),,

Jangan heran, inilah realita hidup,,,

Ternyata yg bermanfaat hanyalah shalatmu!!
Jila Al-Quranmu berdebu, maka menangislah!!

Karena barangsiapa meninggalkan membaca Al-Quran 3 hari berturut-turut, dia telah mengabaikan Al-Quran,,,

Jenazah demi jenazah,, kematian demi kematian,,
Berita duka bagaikan kilatan petir,,
Fulan tertabrak mobil,,
Yg lain karena sakit, yg lain lagi jatuh ketika jalan pagi,,

Semuanya meninggalkan dunia di belakang punggung mereka,,
Kita memakamkannya di bawah tanah,,
Pasti, akan tiba waktuku dan waktumu. Maka siapkanlah bekal untuk perjalanan yg tak kan kembali ini,,,
Bagi yg menunda taubat krn alasan masih kecil dan muda, pemakaman tak tertulis di sana “khusus orang tua” …
Dunia ini hanya 3 hari …
Kemarin : sudah kita lalui dan tak kan kembali,,,
Hari ini : kita jalani dan tak kan abadi,,,
Besok : kita tak pernah tau di mana kita besok,,,

Maka maafkan, relakan dgn tulus,,
(Saya), (anda), (mereka)
Pasti pergi……..

Ya Allah,, kami memohon kepada-Mu khusnal khotimah, selamat dengan memasuki Surga-Mu dan terbebas dari api neraka!!

Saudaraku, barangsiapa hidup di atas sesuatu maka ia akan dibangkitkan seperti itu …
Barangsiapa mati di dalam keadaan sesuatu, dia akan dibangkitkan seperti itu …

Jika risalah ini bermanfaat bagimu, semoga Allah memperbaiki hidupmu, jika anda sebarkan dan yg lain mengambil manfaatnya, maka semakin berlipat pahalamu,,,

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Maafkan jika ini mengganggu harimu..

Jilbabku Terasing, Jilbabku Berbuah Kebahagiaan

Featured image

Cerita tentang keterasingan seorang muslimah yang mengemban amanah ubudiyah menghambakan diri kepada Allah Ta’ala dengan berupaya mengenakan hijab syar’i yang membalut rapi tubuhnya. Cerita yang tidak lepas dari suka dan duka.

Saat awal jilbab mulai berkibar di kampus ….


Kumpulan cerita penuh kenangan yang kadang kita dengar dari sahabat, teman, handai taulan. Atau bisa jadi kitalah bagian dari sejarah itu.

Apalagi pada saat era tahun 80-an, ketika busana muslimah dengan standar syar’i belum banyak dikenal oleh kaum muslimin di negeri ini.

Alhamdulillah seiring dengan berkembangnya dakwah sunnah yang ketika itu diusung oleh para pemuda Islam yang baru pulang dari menuntut ilmu di Timur Tengah, satu per satu muslimah mulai tersentuh dengan ayat-ayat hijab yang disampaikan. Fitrah wanitanya segera terpanggil. berbekal uang kiriman bulanan dari orang tua, mereka sisihkan sedikit demi sedikit. Akhirnya, dengan izin Allah terbelilah busana muslimah.
Semangat melaksanakan perintah Allah mereka imbangi dengan terus menerus mengikuti taklim secara rutin di sela-sela waktu kuliahnya, guna menyuburkan hati dan menguatkan keimanan kepada Allah. Ukhuwah di antara mereka pun terajut dengan indah, saling menguatkan, saling menghibur, saling mengingatkan, dan saling menasihati. Celaan, makian, hingga tuduhan – yang kadang membuat hati perih – menjadi filter keimanan mereka.

Jujur iman terbukti dengan ujian.
Demikianlah sunnatullah yang berlaku untuk hamba-Nya, kejujuran imannya harus dibuktikan dengan ujian yang dihadapinya. Sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an,

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Apakah manusia menyangka mereka dibiarkan untuk berkata ‘kami telah beriman’ padahal mereka belum diuji. Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka maka Allah telah mengetahui siapa saja yang jujur dan siapa saja yang dusta (dalam imannya).” (QS. Al-Ankabut:2-3).

وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

“Agar Allah menguji sesuatu yang ada dalam dada kalian dan melihat yang ada di hati kalian.” (QS. Ali Imran:154).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan bahwa cobaan sesuai dengan kadar keimanan seseorang. Dalam hadits dari Sa’ad bin Abu Waqqash radhiyallallah ‘anhu, dia bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling keras ujiannya?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الأنبياء ثم الأمثل فالأمثل فيبتلى الرجل على حسب دينه فإن كان دينه صلبا اشتد بلاؤه وإن كان في دينه رقة ابتلى على حسب دينه فما يبرح البلاء بالعبد حتى يتركه يمشى على الأرض ما عليه خطيئةِ

“(Orang yang paling keras ujiannya adalah) para Nabi, kemudian yang di bawahnya dan yang di bawahnya. Setiap manusia diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika kuat agamanya maka semakin keras ujiannya, kalau lemah agamanya maka diuji sesuai dengan kadar agamanya. Senantiasa seorang hamba diuji oleh Allah sehingga dia bisa berjalan di atas permukaan bumi tanpa mempunyai satu dosa pun.” (HR. At-Tirmidzi, 4:601–602; beliau berkata, “Hadits ini hasan shahih”; Ibnu Majah, 2:1334; Ahmad, 1:172,174,180,185; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani di Silsilah Shahihah, 1:66 dan Shahih Ibnu Majah, 2:371).

Keterasingan berbuah kebahagiaan
Seiring dengan keterasingan dalam berjilbab, bersama itu pula kebahagiaan mereka reguk di relung-relung hati mereka.

Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan berita gembira – pada 14 abad yang silam – bagi siapa saja yang hendak menghidupkan sunnahnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasing itu.” (HR. Muslim, no. 208).

Dari Abdurrahman bin San’ah radhiyallahu ‘anhu ; dia berkata,

قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ

“Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?’ Beliau menjawab, ‘Orang-orang yang baik ketika manusia telah rusak.’” (HR. Ahmad, 13:400; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Al-Jami’, no. 7368).

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu ; dia berkata, ”Pada suatu hari kami duduk di sebelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Berbahagialah orang-orang yang asing.’ Dikatakan kepada beliau, ‘Siapa mereka, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Manusia yang shalih di lingkungan manusia yang jahat. Orang yang menyelisihi mereka lebih banyak dibandingkan orang yang menaati mereka.’” (HR. Ahmad, 2:177, no. 6650; Ath-Thabrani, 10:259; Al-Ajuri di Al-Ghuraba’, hlm. 22; Syu’aib Al-Arna’uth, “Hadits hasan li ghairih.”).

Diciptakannya keburukan dan kejahatan untuk menambah pahala bagi seorang mukmin, sekaligus sebagai peningkat derajatnya di sisi Allah. Keterasingan yang dirasakan seorang muslimah yang berusaha membalut dirinya dengan hijab syar’i di tengah masyarakat yang mengumbar aurat dan bergaul bebas dengan lawan jenis akan menambah besar pahala yang akan diraihnya. Mengapa demikian? Karena Allah menilai ibadah seorang hamba dengan besar atau kecilnya usaha yang dilakukan dalam mewujudkanya. Semakin berat atau susah ibadah yang dilakukan, semakin besar pahalanya.
Subhanallah ….

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkan orang yang berpegang teguh dengan kebenaran pada zaman keterasingan dengan seorang yang sedang memegang bara api.

Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامَ الصَّبْرِ الصَّبْرُ فِيهِ مِثْلُ قَبْضٍ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِمْ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِهِ. قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْهُمْ قَالَ أَجْرُ خَمْسِينَ مِنْكُمْ

“Sesungguhnya di belakang kalian (ada hari yang) merupakan hari-hari kesabaran. Orang yang sabar pada hari itu bagaikan orang yang menggenggam bara api. Orang yang beramal tatkala itu memperoleh pahala lima puluh orang yang beramal seperti amalannya.” Aku berkata, ”Wahai Rasulullah, lima puluh dari mereka?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ”Tidak, tapi lima puluh dari kalangan kalian.” (HR. Abu Daud, no. 3778; At-Tirmizi, no. 2984, dan Ibnu Majah, no. 4004).

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Madarijus Salikin, 3:199, “Pahala yang besar ini dikarenakan keterasingannya di antara manusia dan karena berpegang-teguhnya ia dengan sunnah di antara kegelapan hawa nafsu dan akal pikiran.”

Ketika bara di pegang, sangat panas terasa. Hingga kulit mengelupas dan keluarlah air mata karena pedihnya. Akan tetapi, ia harus tetap digenggam, sebab itu perintah dan itulah satu-satunya jalan keselamatan. Jika ia dilepas, berarti lepaslah agama. Bara itu tak boleh digenggam dengan tanggung-tanggung sebab dapat dipastikan akan menambah lama penderitaan dan kesengsaraan. Akan tetapi, ia harus digenggam erat, agar panasnya bara lenyap. Hingga yang tersisa hanya kebahagiaan menyongsong balasan dan pahala.

(*) Bersambung, in syaa Allah ….
–
Maraji’ :
Taisir Karimir Rahman, karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di.
Temui Aku di Telaga, karya Ustadz Armen Halim Naro.
www.muslim.or.id
Bandung, 19 Dzulhijjah 1434 H /24 Oktober 2013 M
—
Penulis : Umi Romadiyani Ummu ‘Afifah
Muraja’ah : Ustadz Ammi Nur Baits

Selasa, 05 Mei 2015

Sepertinya Matahari Tak Mau Menunggu



Ini pendapat ku tentang waktu, karena semua orang memiliki waktu tapi belum tentu mereka sadar jika waktu tidak bisa menunggu. Waktu memang telah ada di diri kita, hanya saja bagaimana kita menggunakannya. Sebagian besar menganggap waktu itu mau menunggu dan ditunggu, contohnya banyak orang beranggapan “menunggu waktu yang tepat” atau “indah pada waktunya”. Sebenarnya itu sedikit salah kaprah. Semua waktu itu tepat hanya kita kurang berani saja untuk mengambil keputusan pada waktu tersebut. Lalu waktu hanya wadah untuk setiap keindahan, bukan penentu kapan keindahan itu muncul. Indah yang sebenarnya berasal dari kita, bagaimana cara kita menghargai setiap detik waktu kita dan mengisinya dengan keindahan.

Waktu itu sama halnya seperti matahari, matahari tak mau menunggu. Matahari tetap bersinar walaupun kita tidak menanti sinarnya. Matahari tetap terbit walaupun kita belum terjaga karena sinarnya. Matahari akan tetap tenggelam saat senja meski kita masih membutuhkan sinarnya. Karena matahari tidak akan pernah menunggu untuk kita bersukur akan nikmat dari Sang Pencipta.
Sedikit pendapat dari ku yang mungkin terlalu sederhana. untuk hari ini : pahami dirimu, pahami waktumu, dan kamu akan merasakan makna hidupmu ^^

Senin, 04 Mei 2015

Makanan Pelancar ASI



Sebetulnya sangat banyak makanan herbal atau nabati yang bersumber dari tumbuhan dimana kandungan gizinya mampu meningkatkan produksi ASI, sehingga sangat disayangkan bila seorang ibu enggan menyusui dengan berbagai alasan ASI tidak keluar atau keluar tapi sedikit. Allah telah melahirkan bayi ke dunia sudahlah pasti DIA akan menyertakan rezeki yang mudah baginya yaitu Air Susu yang mengalir dari kantung payudara ibunya. Berikut ini info penting akan berbagi sedikit tentang beberapa makanan yang sangat baik dalam mendukung dan melancarkan ASI.
Makanan Pelancar ASI bisa dari buah-buahan segar maupun dari berbagai sayur mayur yang tumbuh subur di negeri ini. Sekarang tinggal kita mengolah dan memanfaatkan saja makanan tersebut.
Buah-buahan pelancar ASI adalah buah-buahan yang kaya akan vitamin A, C, B dan berbagai mineral tumbuhan lainnya, sebut saja buah-buahan pelancar ASI itu adalah : Pepaya, Pisang, Melon, Semangka, Sawo, Jambu Air, Sirsat, Apel, Peer.
Dan berbagai Sayuran pelancar ASI diantaranya adalah : Daun Katuk, Daun pepaya, Daun singkong, Daun ketela, Daun Bayam, Toge (kecambah), Sawi, Wortel dan berbagai sayur mayur segar lainnya.
Selain itu Kacang kacangan juga dipercaya dan dianjurkan untuk dikonsumsi saat menyusui seperti, kedelai, kacang tanah, kacang polong, kapri, dll.
Jika Asupan gizi dari sang ibu kurang atau bermasalah, maka sangat dianjurkan bayi diberikan Susu Formula Terbaik yang mengandung berbagai bahan kimia yang bermanfaat untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi kecil.
Itulah beberapa sumber Makanan Pelancar ASI yang dapat kami sampaikan untuk Anda, semoga bermanfaat. Jika ditempat Anda ada jenis sayuran lain yang juga baik untuk memperlancar ASI bisa disampaikan di komentar. Terimakasih atas kunjungannya.

Bulan Purnama

 


Ya Allah engkau telah menjadikan malam
Engkau Telah menjadikan bulan dengan cahaya-MU yang teduh
Engkau Telah menjadikan alam  ini tempatku berpijak
Maka Berkahilah atas langkahku di bumi-MU ini...
Bulan Purnama adalah Cahaya-MU
Terang dan Teduh itulah yang kuharapkan menjelang tidurku
Damai dan sejahtera itu adalah harapanku
Surga seperti teduhnya Bulan Purnama selalu kupinta di Akhirat nanti..
Jika prilaku adalah dosa
Jika ucapanku adalah dusta
Jika tindakanku membuat petaka
Maka Ampunilah aku yaa Allah...
Selembut Kasih-MU
Seikhlas rahmat-MU
itulah perumpamaan kesempurnaan Cinta
Yang engkau berikan dalam Cahaya Bulan Purnama..
Ampuni aku yaa Allah...

Puisi




Untukmu yang selalu ku rindu dalam lantunan mushaf kesayanganku
Wahai engkau yang memeluk resah dalam noktah, tenanglah !
disini aku baik-baik saja, dimana pun Allah selalu menjaga,
dan kau disana.....

Tetaplah ingat hak ragamu akan segenap dahaga, juga memejam mata.
Wahai engkau yang mencumbu khawatir dalam zikir, istiqomahlah !
disini aku setia dalam doa, selalu Allah simpan dalam cinta.
dan kau disana .....

Tetaplah jaga hak jiwamu akan malam yang sepertiga, jua lantunan ayat cintaNya
Wahai engkau yang berkutat pada kertas, buku dan diktat, fokuslah !
disini aku meramu mimpi kita, yang perlahan Allah tunjuki jalannya.
dan kau disana.......

Tetaplah pelihara hatimu dari segala noda, tak melupa sang maha cinta.
Wahai engkau yang menggalau rindu, tersenyumlah !
karena Allah maha tahu, bahwa hatiku tetap untukmu

. . .



Ta’aruf adalah jalan suci menuju ke jenjang pernikahan. Maka, ketika kita berjalan menuju kebaikan, Allah akan menambah rasa sayang-Nya kepada kita dgn cara menguji kita, sama halnya ketika ta’aruf.

Ketika ta’aruf mengalami kegagalan, tetaplah berbaik sangka kepada Allah. Gagal dalam tahap ini bukan perkara besar jika dibandingkan dengan gagalnya sebuah rumah tangga. Tetaplah bersabar dan meyakinkan diri bahwa gagalnya ta’aruf akan memberikan kebaikan kepada diri kita. Teruslah meyakinkan hati kita bahwa nanti akan ada calon terbaik yg dipertemukan Allah kepada kita.

Sekeras apapun kita memaksakan diri, hanya kesia-siaan yg akan kita dapatkan. Seluruh jalan kehidupan ini telah tertulis di Lauh Mahfudz, termasuk jodoh. Yakin deh, jodoh tidak akan tertukar. Kalaupun belum dipertemukan di dunia, semoga di akhirat nanti kita dapat bertemu dengannya. Ketika cobaan datang maka langkah terbaik yg harus kita ambil adalah tetap berbaik sangka kepada Allah. Yakini dengan sepenuh hati bahwa Allah sudah menetapkan pasangan terbaik untuk kita. Hanya saja, waktunya yg mungkin belum tepat. Mungkin saja Allah melihat benih ketidakcocokan antara kita dan orang yg kita anggap pas untuk kita. Untuk itulah, Allah tidak membiarkan kita salah dalam memilih calon pasangan hidup. Pandangan manusia sangat lemah, dan hanya Allah yg mengetahui pasangan terbaik untuk kita.

Kegagalan dalam ta’aruf jangan lantas membuat kita galau. Justru kita seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah. Coba kita perbaiki kita perbaiki diri dengan ber-muhasabah. Pasti kita akan tumbuh menjadi Muslim & Muslimah yg sejati. Bekalilah diri dengan ilmu, agar ketika sudah sampai di waktu yg tepat, Allah mempertemukan kita dengan jodoh dengan cara yg indah.